Flickr - WP_20130830_10_42_50_Pro
Flickr - WP_20130830_10_42_50_Pro

Flickr - _MG_3112
Flickr - _MG_3112

Flickr - IMG_2156 (1024x672)
Flickr - IMG_2156 (1024x672)

Flickr - WP_20130830_10_42_50_Pro
Flickr - WP_20130830_10_42_50_Pro

1/41

From the first year of announcement of International Jazz up till now we keep our excitement to be part of this global movement. The campaign is the living proof of how music unite world citizen; not just through music, but through understanding differences and act as one.

 

This year it is important for us – Hajarbleh Bigband- to showcase our heritage of music instrument, Angklung.

"Hajarbleh itu terdiri lebih dari 20 orang, otomatis nyatuinnya susah banget. Band yang biasa saja, isi 5-6 orang gampang bubar. Tapi Alhamdulilah kita sudah tahun kelima. Dan 5 tahun bertahan karena kita lebih ke konsep family," jelasnya.

"Jadi group ini menggabungkan beragam keinginan dan corak musik," kata Roberto Joko, personel Hajar Bleh dalam Press Conference di sela-sela Jazz Traffic Festival 2013, Minggu (24/11/2013).

Penampilan mereka di panggung Masima Stage, Java Jazz pada Sabtu 2 Maret 2013 cukup unik. Panggung yang berada di lantai dasar gedung Jiexpo Kemayoran ini cukup sempit untuk kelompok musik yang berjumlah belasan orang itu.

Jarum jam baru menunjuk ke angka 10. Karena jumlah yang banyak, ke-15 personel HajarBleh tidak datang bersamaan. Selain ngobrol denganKapanLagi.com®, mereka juga unjuk gigi lewat tiga lagu yang membuat seisi kantor bersenandung, yaitu Come On Eillen, Beat It dan Sakura.

Please reload